0298-321624

Sejarah STT-JKI Salatiga

Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia (STTJKI) didirikan oleh “Badan Kerja Sama” (BAKERSA) Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) pada tanggal 26 Juni 1984 sebagai hasil keputusan rapat pengurus BAKERSA, yang diadakan di Salatiga pada tanggal 18 Juni 1984, sebagai wadah pendidikan teologia Gereja Jemaat Kristus Indonesia berdasarkan pasal 4 Anggaran Dasar GJKI, tentang pelaksanaan, maksud dan tujuan gereja. Sekolah tinggi teologi Jemaat Kristus Indonesia sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1984 dengan pengesahan dari Akta Notaris Nomor 4/26 Juni 1984, dan diakreditasi dengan:

  • Status Terdaftar dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/35/586/2004
  • Status Diakui dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/99/1348/2005
  • Ijin Operasional dari Kementerian Agama Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/314/2010
  • Status terakreditasi BAN PT Program Satu (S1) Program Studi Teologi/Kependetaan, berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 051/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013
  • Ijin Penyelenggaraan dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/217/2014
  • Status terakreditasi BAN PT Institusi Perguruan Tinggi berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 676/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2015
  • Status terakreditasi BAN PT Program Satu (S1) Program Studi Teologi/Kependetaan berdasarkan keputusan BAN-PT No. 0797/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2017

Logo STTJKI

  • Bidang dasar yang berbentuk perisai mempunyai makna bahwa Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga melengkapi pelayan gereja untuk siap diperlengkapi sebagai prajurit Kristus dalam peperangan rohani untuk mengemban Amanat Agung.
  • “Alkitab terbuka” mempunyai makna bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran sebagai pedoman kehidupan yang dapat diterapkan oleh setiap orang yang mau menerimanya.
  • Ijin Operasional dari Kementerian Agama Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/314/2010
  • “Salib di atas Alkitab” mempunyai makna sebagai pernyataan kasih Allah kepada manusia dan berita yang harus disampaikan kepada semua suku bangsa.
  • “Empat panah” yang masing-masing menunjuk ke empat arah bumi dimaksudkan sebagai arah pelayanan gereja disiapkan untuk membawa berita injil “sampai ke ujung bumi” sebagai pelaksanaan Amanat Agung Yesus Kristus, sebagai diperintahkan dalam Matius 28: 18-20.
  • Ayat Kisah Para Rasul 26:16-18 merupakan motto dari Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga, yaitu: Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kau lihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.
  • Tulisan” Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga” bermakna bahwa sekolah ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi teologia untuk Gereja Jemaat Kristus Indonesia yang berperan dalam usaha meneruskan dan mengembangkan serta menerapkan iman dan ilmu pengetahuan dalam mendidik warga jemaat Gereja Jemaat Kristus Indonesia dan gereja Tuhan pada umumnya.