Tentang STT-JKI

Sejarah | Logo | Visi-Misi | Pimpinan | Dosen

Sejarah STT-JKI Salatiga



Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia (STTJKI) didirikan oleh “Badan Kerja Sama” (BAKERSA) Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) pada tanggal 26 Juni 1984 sebagai hasil keputusan rapat pengurus BAKERSA, yang diadakan di Salatiga pada tanggal 18 Juni 1984, sebagai wadah pendidikan teologia Gereja Jemaat Kristus Indonesia berdasarkan pasal 4 Anggaran Dasar GJKI, tentang pelaksanaan, maksud dan tujuan gereja.  Sekolah tinggi teologi Jemaat Kristus Indonesia sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1984 dengan pengesahan dari Akta Notaris Nomor 4/26 Juni 1984, dan diakreditasi dengan:

  1. Status Terdaftar dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/35/586/2004

  2. Status Diakui dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/99/1348/2005

  3. Ijin Operasional dari Kementerian Agama Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/314/2010

  4. Status terakreditasi BAN PT Program Satu (S1) Program Studi Teologi/Kependetaan, berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 051/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013

  5. Ijin Penyelenggaraan dari Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/Kep/HK.00.5/217/2014

  6. Status terakreditasi BAN PT Institusi Perguruan Tinggi berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 676/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2015

  7. Status terakreditasi BAN PT Program Satu (S1) Program Studi Teologi/Kependetaan berdasarkan keputusan BAN-PT No. 0797/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2017



^ ke atas

Logo STT-JKI

  1. Bidang dasar yang berbentuk perisai mempunyai makna bahwa Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga melengkapi pelayan gereja untuk siap diperlengkapi sebagai prajurit Kristus dalam peperangan rohani untuk mengemban Amanat Agung.

  2. “Alkitab terbuka” mempunyai makna bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran sebagai pedoman kehidupan yang dapat diterapkan oleh setiap orang yang mau menerimanya.

  3. “Salib di atas Alkitab” mempunyai makna sebagai pernyataan kasih Allah kepada manusia dan berita yang harus disampaikan kepada semua suku bangsa.

  4. “Empat panah” yang masing-masing menunjuk ke empat arah bumi dimaksudkan sebagai arah pelayanan gereja disiapkan untuk membawa berita injil “sampai ke ujung bumi” sebagai pelaksanaan Amanat Agung Yesus Kristus, sebagai diperintahkan dalam Matius 28: 18-20.

  5. Ayat Kisah Para Rasul 26:16-18 merupakan motto dari Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga, yaitu: Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kau lihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

  6. Tulisan” Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia Salatiga” bermakna bahwa sekolah ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi teologia untuk Gereja Jemaat Kristus Indonesia yang berperan dalam usaha meneruskan dan mengembangkan serta menerapkan iman dan ilmu pengetahuan dalam mendidik warga jemaat Gereja Jemaat Kristus Indonesia dan gereja Tuhan pada umumnya.



^ ke atas



Visi dan Misi STT-JKI

 

Visi Sekolah Tinggi:

Menjadi Sekolah Tinggi Teologi unggulan dalam melengkapi calon hamba Tuhan yang misioner dan SIAP.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi teologi untuk melengkapi calon hamba Tuhan yang mampu merintis jemaat.
  2. Mengembangkan penelitian ilmiah bekerjasama dengan gereja lokal.
  3. Mengembangkan kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan progresif.

Tujuan

Mempersiapkan calon hamba Tuhan yang berkualitas dengan standar SIAP.

 

Visi Program Studi Teologi/Kependetaan:

Menjadi program studi teologi kependetaan berstandar nasional dalam pembekalan mahasiswa supaya mampu melakukan pelayanan kontekstual kepada jemaat dan masyarakat heterogen.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan tinggi teologi yang komprehensif di bidang kependetaan, bekerja sama dengan gereja setempat untuk mengembangkan kesempatan praktik pelayanan di daerah-daerah baru melalui melakukan kegiatan penelitian maupun praktis yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan tempat pelayanan.

Tujuan:

  1. Menghasilkan lulusan yang dapat merintis jemaat melalui pelayanan kontekstual.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu menggembalakan jemaat dengan kemampuan teologi yang luas.
  3. Meningkatkan kemampuan para lulusan di dalam berpikir teologis, kritis, dan mengambil keputusan etis serta mengajarkannya kepada orang lain.
  4. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan penelitian bekerjasama dengan gereja setempat
  5. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan pengabdian kepada masyarakat.



^ ke atas




Pimpinan STTJKI

Petrus Baela, M.A., M.Th.

Ketua STT-JKI

Dr. Ir. Hery Susanto, M.Th.

Wakil Ketua I STT-JKI
Bidang Akademik

Sri Tuminah, M.Pd. K

Wakil Ketua II STT-JKI
Bidang Keuangan

Kondang Sri Tatanegara, M.Th.

Wakil Ketua III STT-JKI
Bidang Kemahasiswaan dan Pelayanan

Ketua Pusat Penjamin Mutu Akademik Daniel Trihandarkha, S.Sos., M.Th.
BAAK Suharjito, S.Th.
Perpustakaan Samini, S.Th.


^ ke atas




Dosen STT-JKI

  • Petrus Baela, M.A., M.Th.
  • Dr. Ir. Hery Susanto, M.Th.
  • Daniel Trihandarkha, S.Sos., M.Th.
  • Pdt. J. Budi Santoso, M.A., M.Th.
  • Kondang Sri Tatanegara, M.Th.
  • Dr. Stephen Curkpatrick (Stirling Theology College – Australia)
  • Dr. Andrew Manzies (Stirling Theology College – Australia)
  • Dr. John Carter Mulkey (USA)
  • Pdt. Em. Dr. Drie S. Brotosudarmo, M.Si., M.Th.
  • Ronal G. Sirait, M.Th., M.Pd.K.
  • Pdt. Petrus Maryono, M.A.
  • Pdt. Moelyono, M.Div.
  • Gulang Wibisono, M.Th.
  • Sri Tuminah, M.Pd.



^ ke atas